ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Ny. N DENGAN PENERAPAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN CAMPURAN GARAM UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DI DESA LAM NEUHEUN KUTA BARO ACEH BESAR

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Ny. N DENGAN PENERAPAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN CAMPURAN GARAM UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DI DESA LAM NEUHEUN KUTA BARO ACEH BESAR

Penulis

  • Nurdia Wati Penulis

Kata Kunci:

Hipertensi, Rendam Kaki, Garam

Abstrak

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara abnormal dan terus menerus pada beberapa kali pemeriksaan. Hipertensi sering terjadi pada lansia yang menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan semakin tingginya tekanan darah. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk darah pada pasien hipertensi adalah melalui terapi rendam kaki air hangat dengan campuran garam. Studi kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran asuhan keperawatan penurunan tekanan darah pasien hipertensi melalui terapi rendam kaki air hangat dengan campuran garam. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Hasil evaluasi setelah 6 hari implementasi menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah dan skala nyeri pada pasien hipertensi setelah dilakukan tindakan rendam kaki air hangat dengan campuran garam, tekanan darah menurun dari 156/98 mmHg menjadi 140/87 mmHg dan skala nyeri menurun dari skala 5 menjadi skala 3. Teknik rendam kaki menggunakan air hangat dengan campuran garam dapat dijadikan salah satu penatalaksanaan asuhan keperawatan untuk menurunkan tekanan darah.  

Diterbitkan

2026-04-23

Cara Mengutip

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Ny. N DENGAN PENERAPAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN CAMPURAN GARAM UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DI DESA LAM NEUHEUN KUTA BARO ACEH BESAR : ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Ny. N DENGAN PENERAPAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN CAMPURAN GARAM UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DI DESA LAM NEUHEUN KUTA BARO ACEH BESAR . (2026). Prosiding Seminar Serantau Isu-Isu Komuniti (SSIK), 1(1). https://jurnal.unaya.ac.id/index.php/ssik/article/view/8169