QUARTER LIFE CRISIS IN UNDERGRADUATE STUDENTS ON ISLAMIC RELIGIOSITY AND SELF-CONCEPT: A CROSS-SECTIONAL STUDY

Penulis

  • Fajriyah Nur Afriyanti Penulis

Kata Kunci:

quarter life crisis; religiusitas islam; konsep diri; remaja; mahasiswa; sarjana

Abstrak

Pendahuluan: Quarter life crisis (QLC) biasanya dialami oleh individu pada tahap transisi perkembangan dewasa awal dari akhir masa remaja ke awal masa dewasa. QLC sering ditandai dengan krisis emosional jangka panjang yang dapat menimbulkan konsekuensi negatif bagi kehidupan seperti stres, gangguan kecemasan, dan depresi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasi kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel sebanyak 82 siswa. Penelitian ini menggunakan kuesioner tentang religiusitas Islam (nilai-R 0,427-0,820; Cronbach’s alpha >0,60), konsep diri (Indeks validitas 0,97; Cronbach’s alpha 0,830) dan QLC (Indeks validitas 0,411-0,758; Cronbach’s alpha 0,942). Penelitian ini menggunakan Regresi Logistik untuk analisis data. Hasil: Responden sebagian besar berusia 21 tahun (52,4%), perempuan (82,9%), berlatar belakang pendidikan umum (79,3%), religiusitas Islam berdasarkan pengalaman (37,41%), dan konsep diri berdasarkan kinerja peran (80%). Hasilnya menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara religiusitas Islam dan QLC (nilai-p 0,152 dan nilai-R -0,160). Terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dan QLC (nilai-p 0,0001 dan nilai-R 0,440). Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dan QLC, artinya semakin positif konsep diri seseorang, semakin rendah tingkat QLC yang dialaminya.

Diterbitkan

2026-04-23

Cara Mengutip

QUARTER LIFE CRISIS IN UNDERGRADUATE STUDENTS ON ISLAMIC RELIGIOSITY AND SELF-CONCEPT: A CROSS-SECTIONAL STUDY. (2026). Prosiding Seminar Serantau Isu-Isu Komuniti (SSIK), 1(1). https://jurnal.unaya.ac.id/index.php/ssik/article/view/8207