BEYOND JUST A SIGNAL: THE DIGITAL DIVIDE AS A NEW FACE OF POVERTY IN BANDA ACEH
BUKAN SEKADAR SINYAL: KETIMPANGAN DIGITAL SEBAGAI WAJAH BARU KEMISKINAN
Abstrak
AbstrakKetimpangan digital telah muncul sebagai wajah baru kemiskinan di kalangan masyarakat miskin urban di Kota Banda Aceh, khususnya di Kecamatan Ulee Kareng. Penelitian ini mengidentifikasi dampak kesenjangan digital terhadap masyarakat urban miskin yang bekerja di sektor informal dengan akses terbatas terhadap teknologi dan literasi digital. Dengan menggunakan teori ketergantungan, teori reproduksi sosial, dan teori eksklusi sosial, penelitian ini menganalisis bagaimana digitalisasi tanpa pemerataan akses memperparah kemiskinan antargenerasi. Berdasarkan data primer dan sekunder, termasuk laporan BPS (2023) dan observasi lapangan, penelitian ini mengusulkan strategi pemberdayaan berbasis komunitas melalui program Rumoh Digital Gampong. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital, menyediakan akses internet gratis, dan mendorong partisipasi dalam ekonomi digital untuk mengurangi eksklusi sosial dan memutus siklus kemiskinan. Kata Kunci: Ketimpangan Digital, Kemiskinan Urban, Eksklusi Sosial, Literasi Digital, Pemberdayaan KomunitasUnduhan
Diterbitkan
2026-04-23
Terbitan
Bagian
Artikel
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Karuni Humairah Arta (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
BEYOND JUST A SIGNAL: THE DIGITAL DIVIDE AS A NEW FACE OF POVERTY IN BANDA ACEH: BUKAN SEKADAR SINYAL: KETIMPANGAN DIGITAL SEBAGAI WAJAH BARU KEMISKINAN. (2026). Prosiding Seminar Serantau Isu-Isu Komuniti (SSIK), 1(1). https://jurnal.unaya.ac.id/index.php/ssik/article/view/8190
