Kesenjangan Digital dan Kemiskinan di Pedesaan Banda Aceh

Studi Kasus Ketidakpahaman Internet di Kalangan Individu Usia Produktif yang Menganggur dan Miskin di Gampong Ile, Lamteh, dan Pango

Penulis

  • Karuni Humairah Arta Penulis

Abstrak

Penelitian ini mengeksplorasi dampak rendahnya literasi digital terhadap kemiskinan di wilayah semi-pedesaan Banda Aceh, khususnya di Kecamatan Ulee Kareng. Berdasarkan observasi lapangan di Gampong Ile, Lamteh, dan Pango, ditemukan bahwa individu usia produktif (berusia 15-64 tahun, sebagaimana didefinisikan oleh BPS dan PBB, mencakup mereka yang memiliki kapasitas fisik, intelektual, dan sosial untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi) yang menganggur atau miskin mengalami kesulitan dalam menggunakan internet. Hal ini memperburuk kesenjangan digital, berkontribusi pada siklus kemiskinan dengan membatasi peluang ekonomi, akses informasi, dan pemberdayaan diri. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif dan wawancara semi-struktural, penelitian ini menganalisis faktor-faktor seperti infrastruktur terbatas dan kurangnya pendidikan digital, serta dampaknya terhadap ketergantungan pada pekerjaan tradisional yang rentan. Temuan menunjukkan bahwa ketidakpahaman digital mempertahankan kemiskinan, dan peningkatan literasi digital dapat menjadi strategi pengentasan kemiskinan, selaras dengan tema konferensi SSIK 2025 tentang lingkungan berkelanjutan dan tantangan bagi generasi muda.  

Diterbitkan

2026-04-23

Cara Mengutip

Kesenjangan Digital dan Kemiskinan di Pedesaan Banda Aceh: Studi Kasus Ketidakpahaman Internet di Kalangan Individu Usia Produktif yang Menganggur dan Miskin di Gampong Ile, Lamteh, dan Pango. (2026). Prosiding Seminar Serantau Isu-Isu Komuniti (SSIK), 1(1). https://jurnal.unaya.ac.id/index.php/ssik/article/view/8181