PENGEMBANGAN MODEL KEMITRAAN UNTUK KEBERLANJUTAN NELAYAN TRADISIONAL DI KAWASAN BARAT SELATAN ACEH

Penulis

  • Afrizal Tjoetra Penulis
  • Cut Irna Liyana Sociology Studi Program, Social and Political Science Faculty, Universitas Teuku Umar Penulis
  • Samwil Samwil Penulis
  • Riki Yulianda Sociology Studi Program, Social and Political Science Faculty, Universitas Teuku Umar Penulis
  • Sazlina Salleh Centre for Policy Research, Universiti Sains Malaysia Penulis
  • Illisriyani Ismail Centre for Policy Research, Universiti Sains Malaysia Penulis
  • Nabila Tuzzakina Sociology Studi Program, Social and Political Science Faculty, Universitas Teuku Umar Penulis
  • Olta Meniza Sociology Studi Program, Social and Political Science Faculty, Universitas Teuku Umar Penulis

Abstrak

Studi ini mengkaji pengembangan model kemitraan terhadap nelayan tradisional di wilayah pesisir barat selatan Aceh dengan mengatasi isu-isu kemiskinan struktural, ketimpangan sosial-ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Permasalahan ini muncul akibat distribusi modal, teknologi, dan jaringan pasar yang tidak merata, sehingga menempatkan nelayan tradisional pada posisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan nelayan skala menengah dan besar. Dengan menggunakan tinjauan pustaka kualitatif, studi ini mengintegrasikan temuan empiris dari berbagai kasus regional dan menganalisisnya melalui teori strukturasi Anthony Giddens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan nelayan melampaui hubungan transaksional, berfungsi sebagai strategi adaptif yang bertumpu pada struktur sosial, kepercayaan, dan solidaritas. Pendekatan pengelolaan bersama, ketika diintegrasikan ke dalam lembaga lokal seperti hukum adat laut (hukom adat laôt), telah terbukti efektif dalam mengurangi ketergantungan patron-klien, meningkatkan akses terhadap keuangan dan teknologi, serta mendorong ketahanan ekologis. Temuan ini lebih lanjut menekankan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah, inisiatif masyarakat, dan keterlibatan sektor swasta sangat penting dalam merumuskan kemitraan yang inklusif dan berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan teori strukturasi untuk menjelaskan interaksi antara agensi nelayan dan struktur sosial, menghasilkan model yang peka terhadap konteks yang menjawab tantangan perikanan global dengan tetap menghormati tradisi lokal. Model ini menawarkan implikasi praktis bagi para pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi dalam merancang strategi pembangunan pesisir yang partisipatif dan berkelanjutan.

Diterbitkan

2026-05-05

Cara Mengutip

PENGEMBANGAN MODEL KEMITRAAN UNTUK KEBERLANJUTAN NELAYAN TRADISIONAL DI KAWASAN BARAT SELATAN ACEH. (2026). Prosiding Seminar Serantau Isu-Isu Komuniti (SSIK), 1(1). https://jurnal.unaya.ac.id/index.php/ssik/article/view/8186